PROFIL DESA NGRAMBE
A.
Letak Geografis
Secara geografis
Desa Ngrambe terletak pada posisi 7°21'-7°31' Lintang Selatan dan
110°10'-111°40' Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa
daratan sedang yaitu sekitar 500 m di atas permukaan air laut. Curah hujan di Desa Ngrambe
rata-rata mencapai 2.700 mm. Sedangkan
Keadaan Suhu rata-rata 30 derajat Celsius.
Secara
administratif, Desa Ngrambe terletak di wilayah Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi dengan posisi dibatasi oleh
wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pucangan
Kecamatan Ngrambe. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sidomulyo. Di sisi
Selatan berbatasan dengan Desa Tawangrejo, sedangkan di sisi timur berbatasan
dengan desa Babadan Kecamatan Ngrambe.
Jarak tempuh Desa
Ngrambe ke ibu kota kecamatan adalah 0,4 km, yang dapat ditempuh dengan waktu
sekitar 5 menit. Sedangkan jarak tempuh terdekat ke ibu kota kabupaten adalah
35 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit
Sejarah Desa Ngrambe
Desa Ngrambe
didirikan oleh Ki Demang Sodikoro pada tahun 1881.Ki Demang Sodikoro berasal
dari Jatinom Klaten.Beliau ditugaskan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk
membuka lahan pertanian di wilayah Ngawi bagian barat sekaligus sebagai Kepala
Desa ( Lurah) yang pertama di desa
tersebut. Desa ini bernama Desa Ngrambe.
Secara
etimologis nama Desa Ngrambe berasal dari RAHARJA
TUMEKANING TEMBE yang artinya
adalah kesejahteraan yang berkesinambungan. Nama NGRAMBE merupakan doa, harapan dan perjuangan para pendahulu kami untuk kesejahteraan
warga masyarakat hingga saat ini telah kami petik hasilnya dan akan kami jaga
kesinambungannya di masa depan.
Kepala Desa yang
memerintah di Desa Ngrambe hingga sekarang adalah :
1. Ki Demang Sodikoro
2. Pawiro Diharjo
3. To Pawiro
4. Sastro Pawiro
Jenggot
5. Pudjo Prayitno
6. Darmo Sukir
7. Sukardi Hardjo
Banjir
8. Kromo Sudarmo
9. Surono
10. Sarkoen
11. R.Suprasono
12. Drs. Djumadi
13. Rusbandi
14. Sri Sulasmi S.Pd
15. Rusbandi
Struktur
Pemerintahan
Keberadaan Rukun
Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Ngrambe
memiliki fungsi yang sangat berarti sebagai ujung tombak terhadap pelayanan
kepentingan masyarakat meliputi bidang kependudukan, keamanan dan ketertiban
masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan
pada level di atasnya.
Dari kumpulan Rukun Tetangga inilah sebuah Rukun
Warga (RW) terbentuk.Wilayah Desa Ngrambe terbagi di dalam 6 Rukun Warga (RW)
dan 29 Rukun Tetangga ( RW) yang tergabung di dalam 3 Dusun yaitu:Dusun Pule, Dusun Ngrambe,dan Dusun Sidorejo, yang
masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat
strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada perangkat desa ini.
Demografis/ Kependudukan
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2014, jumlah penduduk Desa Ngrambe adalah 5.316 jiwa, dengan rincian 2.630 laki-laki dan 2.686
perempuan. Jumlah penduduk demikian ini tergabung dalam 1.683 KK.
Agar dapat mendeskripsikan dengan lebih lengkap
tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Ngrambe maka perlu
diidentifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada klasifikasi usia Tingkat kemiskinan di Desa Ngrambe
termasuk tinggi. Dari jumlah 1.683 KK di atas, sejumlah 219 KK tercatat sebagai
Pra Sejahtera, 729 KK tercatat Keluarga Sejahtera I, 551 KK tercatat Keluarga Sejahtera II, 179 KK
tercatat Keluarga Sejahtera III dan 5 KK sebagai sejahtera III plus.Penduduk usia
produktif pada usia 19-50 tahun Desa Ngrambe sekitar 1.807 atau hampir 34%. Hal
ini merupakan modal berharga bagi pengembangan tenaga produktif dan peningkatan
SDM.
Pendidikan
Eksistensi
pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan
masyarakat pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat
pendidikan
yang tinggi maka
akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan
mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru. Dengan
sendirinya akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan
kemiskinan. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistematika berpikir atau
pola pikir individu, selain mudah menerima informasi yang lebih maju dan tidak
gagap teknologi.
A.
Kesehatan
Masalah kesehatan adalah hak setiap orang dan
merupakan aset yang amat penting bagi masa depan bangsa secara umum. Masyarakat
yang produktif adalah masyarakat yang sehat fisik dam mentalnya.
Salah satu cara untuk mengukur status kesehatan
masyarakat adalah mencermati banyaknya masyarakat yang terserang penyakit.
Laporan warga menunjukkan adanya gejala masyarakat yang terserang penyakit
relatif tinggi, yang antara lain disebabkan oleh infeksi pernapasan akut bagian
atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut
menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah
penyakit yang bersifat cukup berat dan berdurasi lama bagi kesembuhannya, yang
diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang
sehat. Ini tentu
mengurangi daya produktifitas masyarakat
Desa Ngrambe secara umum.
Dalam tahun 2014
jumlah bayi yang lahir meninggal adalah nihil (0%) karena dalam penanganan
kelahiran bayi dapat segera ditolong secara profesional oleh Puskesmas Ngrambe
yang lokasinya berada di desa Ngrambe.



